Monday, April 22, 2013

Nama-nama tokoh Islam Berpengaruh di Indonesia

Islam sebagai agama, berkembang pesat di nusantara semenjak kedatangannya pada abad ke 8 M di pesisir utara Sumatera, lalu di pulau Jawa pada abad 15. Penyebaran Islam, terutama yang dipulau jawa selalu melibatkan nama-nama tokoh Islam yang selalu di kenang. Ini  tidak lepas dari para pengembannya yang ikhlas dalam menyampaikan risalah Islam ke tengah-tengan masyarakat.  Karena tentu Anda bisa membayangkan bahwa para juru dakwah ini, bukan asli Indonesia, bukan orang Indonesia yang lantas pergi jauh berkelana dan membawa ajaran agama baru, seperti halnya kedatangan Budha ke Indonesia, yang memang di ajarkan oleh penganut Budha asal Nusantara sendiri.
Keberadaan para pengemban risalah Islam ini datang dari negeri jauh, terutama dari pelabuhan Gujarat, yang memang ramai dengan pelbagai bangsa yang menganut agama Islam, dari bangsa Arab sebagai origin kelahiran Agama Islam, orang Persia, Mongolia, China, India, Avar, Russia, Bulgaria, Turki, Danubia, Khawrizmi, dsb. Penyebaran agama Islam di Indonesia secara umum dikategorikan damai, dan menjadi konflik ketika bersinggungan dengan corak kekuasaan pada masa itu. Pengemban utama dakwah Islam, di Jawa di kenal sebagai Wali Songo, asalnya sebagaimana yang diakui sejarah berasal dari Samarkand dinasti Timurid Mongol. Yakni Syaikh Maulana Malik Ibrahim al Samarkandi. 
Dari para pengemban risalah Islam ini tentunya dikenal nama-nama tokoh Islam yang berpengaruh di masyarakat luas. Mereka mempunyai kemampuan menjelaskan dan memahamkan inti ajaran Islam kepada pengikutnya. Beragam nama-nama tokoh, tanpa pengecualian dalam jasa besarnya membimbing ummat Islam nusantara, sebagai ummat Islam yang relatif damai.

Nama-nama tokoh Islam Berpengaruh di Indonesia
Berikut ini adalah profil singkat nama-nama tokoh Islam dalam berbagai macam kapasitasnya, tentu saja penulis akan menyertakan tokoh modern selepas kemerdekaan Indonesia. Yang ikhlas mengisikan Islam sebagai ruh dari bangsa ini, bersama sama dengan ajaran lainnya.Diantara nama-nama tokoh Islam tersebut adalah

KH. Hasyim Asy’ari
Yang juga di juluki sebagai Hadratussyaikh Indonesia. Keilmuan yang dimilikinya sangat mumpuni, termasuk sudut pandangnya tentang KeIndonesiaan  yang modernis. Jiwa dan semangat yang dimiliki beliau pula telah membukakan bangsa Indonesia kepada gerbang kemerdekaan, apalagi kalau bukan resolusi Jihad yang beliau teken, untuk mempertahankan Indonesia dari kedatangan agresor penjajah Belanda.
Hadratussyaikh juga merupakan tokoh utama dibalik kelahiran Komite Hijaz, komitenya para ulama untuk menyelamatkan ummat Islam dari kebingungan dan kebimbangan, ketika kekhalifahan Turki lepas kuasa atas Makkah Mukaromah. Pada akhirnya komite Hijaz ini menjadi gerakannya para ulama Ahlussunah wal Jamaah di Indonesia, yang dinamakan sebagai Nadhlatul Ulama. Organisasi ini, merupakan organisasi muslim terbesar seIndonesia, bahkan dunia dengan anggota lebih dari 80 juta orang. Mewakili kaum tradisionalis muslim Indonesia. NU meruakan perpanjangan sejarah Wali Sanga yang mengabarkan Islam penuh dengan bahasa ahsan.

KH. Ahmad Dahlan.
Siapa tak kenal KH. Ahmad Dahlan. Ya, siapa pun dari berbagai kalangan pasti mengenal beliau, walaupun hanya sekadar nama saja. Beliau mempunyai nama kecil Muhammad Darwisy dan berasal dari Yogyakarta. Beliau lahir di Yogyakarta pada 1 Agustus 1868. Sejak kecil, KH. Ahmad Dahlan dididik dalam lingkungan yang agamis di pondok pesantren. Beliau belajar banyak mengenai ilmu agama dan bahasa Arab. Sehingga, Islam telah mendarah daging dalam dirinya sedari kecil.
KH. Ahmad Dahlan dikenal sebagai pendiri organisasi massa terbesar di Indonesia, Muhammadiyah. Beliau mendirikan Muhammadiyah dengan cita-cita ingin menumbuhkan masyarakat Islam. Cita-cita itu akhirnya diwujudkan dengan didirikannya Muhammadiyah pada 1912.
Melalui Muhammadiya, beliau ingin mengadakan suatu pembaruan Islam di Indonesia dalam cara berpikir umat dan beramal sesuai dengan ajaran Islam yang mulia. Beliau mewujudkan kegiatan organisasinya dengan aksi-aksi sosial dan pengembangan pendidikan, seperti mendirikan sekolah-sekolah dan pelayanan kesehatan.

Dr. Hamka
Semua nama-nama tokoh Islam bisa di absen. Dan bisa diselorohkan, ‘berdosalah’ orang yang tidak menyebut Hamka sebagai tokoh Islam bagi bangsa Indonesia. Beliau sang pejuang, keluar masuk penjara, karena mempertahankan suatu ideologi khas, mereka yang ingin melihat Islam sebagai sebuah susunan yang utuh dan lengkap. Semua orang pasti mengenal sosok beliau. Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah atau dikenal dengan sebutan Hamka, adalah sosok yang dikenal memiliki pemikiran dan menyuarakan perjuangan mengimplementasikan Islam agar dijadikan aturan kehidupan bagi masyarakat di Indonesia. Hamka lahir di Sumatera Barat pada 17 Februari 1908. Beliau adalah ulama besar yang membawa arus perubahan bagi pembaruan pemikiran Islam di Indonesia. Beliau memperjuangkan agar Islam dapat diterapkan sebagai aturan dalam kehidupan bernegara.
Untuk memperjuangkan apa yang beliau yakini itu, beliau bergabung dengan partai politik Sarekat Islam (SI) pada 1925. Yak hanya berhenti di situ, perjuangan Hamka memperjuangkan Islam juga dilakukan melalui idenya yang menyerukan formalisasi syariah Islam dalam hukum di Indonesia.

Dr. M. Natsir
Pak Natsir, begitulah beliau disapa, di antara nama-nama tokoh Islam dalam bidang politik. Merupakan tokoh Islam politik terkemuka pada saat kemerdekaan.  Beliau pernah menjabat sebagai menteri keungan RI, dan bahkan Perdana Menteri RI. Pandangan politikna mewakili pandangan politik Pan Islamisme yang pada saat itu tengah mendunia. Beliau merupakan putra daerah yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Sejak kecil, beliau sangat dekat dengan lingkungan keagamaan. Beliau sekolah di sekolah agama Islam yang dipimpin oleh para pengikut Haji Rasul. Beliau menyelesaikan pendidikannya di AMS Bandung pada 1930.
Kemudian, beliau berguru kepada Ahmad Hassan, yang merupakan tokoh organisasi Islam Persis. M. Natsir banyak bergaul dengan para aktivis pergerakan nasional seperti Sutan Syahrir. Interaksi ini membawanya pada pemikiran mendasar mengenai hakikat berislam dan bernegara. Beliau meyakini bahwa agama dan negara tidak dapat dipisahkan dalam menegakkan agama Allah.

KH. Abdurrahman Wahid
Menyebut nama-nama tokoh Islam, akan selalu hampa tanpa menyebut nama KH. Abdurrahman Wahid. Gusdur panggilannnya, adalah cucu dari Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, sempat pula dua periode memipin NU, dan merupakan tokoh Islam satu satunya bergelar Kyai yang pernah menduduki posisi puncak di Republik Indonesia sebagai Presiden Indonesia keempat menggantikan B.J Habibie. Kepemimpinannya mewakili muslim moderat dan muslim yang sangat demokratis.
Terbukti dengan gebrakannya, melepas semua sekat belenggu kecurigaan antar sesama bangsa Indonesia, dimulai dari pelepasan tapol napol Komunisme, pemulihan hak hak minoritas, termasuk pula mengakui etnis China sebagai bagian dari Republik Indonesia. Hal ini menjadikan Gusdur sebagai tokoh Islam satu satunya di dunia yang sebanding dengan tokoh pembesar agama lain di millenium ini. Gusdur pun menjadi wajah dari Muslim Subtantif. Yakni mereka yang tidak mempermasalahkan formalisme dalam beragama.
Baginya, ungkapan formal dalam salam pun bisa di lokalisasi, berdasarkan situasi Maqoshid wal Makan, yang bermakan subtansi tempat. Hal ini sempat memicu kontroversi terutama pertentangan dari mereka yang senang dengan formalitas Agama. Di kecam namun dikasihi, adalah pertanda seorang tokoh hebat, tokoh ummat, dan pejuang Islam yang mengabarkan pada dunia, bahwa Islam adalah agama damai.

Prof. Dr. Nurcholish Madjid
Akhirnya adalah nama-nama tokoh Islam dari sudut kecendikiawanan. Adalah Nurcholish Madjid, tokoh Islam yang membawakan konsep Islam rasional, Islam berdasarkan prinsip pemikiran nonetif. Barangkali inilah versi pembacaan sekulerisasi Islam versi Indonesia. Konsep Islam sekulernya tentu saja mendapat tantangan hebat dari umumnya ummat Islam yang masih berada disimpang jalan transformasi. Apa yang dilakukan oleh Nurcholish Madjid, pada akhirnya mencoba menjelaskan kondisi muslim sendiri di tengah negara, sebagai WNI, yang harus lebih merah putih, dibanding lebih hijau. Slogannya Islam Yes Partai Islam No, menjelaskan hal itu.
Pemikirannya yang pada akhirnya cenderung kepada Liberalisme, digambarkan sebagai terlalu jauh atau keliwat lari ke depan dari pakem situasi keilmuan Indonesia. Sebagai tokoh yang mewakili Cendikiawan Islam, gebrakan Nurcholish Madjid tidak main main, karena berhasil merangkul mereka yang abangan, utamanya para intelektual, untuk tekun mempelajari Agama Islam. Buah karyanya, peninggalannya, adalah Universitas Paramadina. Salah satu kampus yang giat melakukan kajian terhadap keIslaman dari sudut pandang modern.

Demikianlah nama-nama tokoh tokoh Islam, yang dengan keikhlasan mereka akhirnya Islam dapat dipeluk oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, perjuangan mereka dapat kita teladani sebagai motivasi untuk terus menuntut ilmu agama, agar Islam dapat tersebar lebih luas lagi.

0 comments:

Post a Comment

Jika anda menyukai artikel ini, mohon dikomentari dengan cara yang sopan dan santun.

Jika Anda Menyukai Artikel Ini Mohon Klik Like di Bawah Ini :

komentar melalui facebook: